
Kab. Malang (mtsn2malang) – Puncak kegiatan kokurikuler semester ganjil Tahun Ajaran 2025–2026 di MTs Negeri 2 Malang berlangsung meriah pada Jumat, 12 Desember 2025. Mengusung tema “Mengukir Prestasi dalam Bingkai Digitalisasi”, kegiatan ini digelar di halaman belakang madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa serta warga madrasah dengan penuh antusias.
Kegiatan kokurikuler ini bertujuan untuk memperkuat, memperdalam, dan memperkaya materi intrakurikuler, sekaligus mengembangkan kreativitas, kerja sama, dan rasa tanggung jawab peserta didik. Rangkaian kegiatan telah berlangsung selama sepekan, dimulai sejak Senin, 8 Desember 2025, dengan pendampingan intensif dari bapak dan ibu guru di kelas, hingga mencapai puncaknya pada Jumat, 12 Desember 2025.



Pada pelaksanaan kokurikuler tahun ini, setiap jenjang kelas memiliki fokus mata pelajaran yang berbeda. Kelas VII mengangkat mata pelajaran PKn dan Bahasa Indonesia, kelas VIII berfokus pada IPA dan Seni Budaya, sedangkan kelas IX mengintegrasikan IPS dan Informatika dalam setiap karya dan aktivitas yang ditampilkan.


Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian berlangsung pada hari keempat, khususnya bagi siswa kelas IX, yakni praktik pembuatan jajanan dan minuman tradisional. Setiap kelas ditugaskan membuat dua jenis jajanan tradisional dan satu minuman tradisional yang berbeda sesuai undian dari panitia. Seluruh siswa menunjukkan kreativitas dan keterampilan mereka dalam mengolah serta menyajikan hidangan tradisional dengan cita rasa lezat dan tampilan menarik untuk dinilai oleh dewan juri.


Acara Puncak Kokurikuler ini turut dihadiri oleh Pengawas Pendidikan Madrasah Kabupaten Malang, Suliyat. Kedatangan beliau disambut meriah dengan Tari Cucuk Lampah yang dibawakan oleh para siswa. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia dan sambutan Plt Kepala Madrasah yang diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Supriyono, karena berhalangan hadir akibat dinas luar. Acara kemudian resmi dibuka oleh Pengawas Pendidikan Madrasah dengan pemukulan bedug.








Dalam pameran karya, siswa kelas VII menampilkan hasil kreativitas berupa mading tiga dimensi (3D) bertema PKn dan Bahasa Indonesia. Sementara itu, siswa kelas VIII menyuguhkan penataan interior ruang yang dipenuhi karya seni seperti bantal, sprei, kaos, tas, serta berbagai properti bergambar organ tubuh manusia. Di ruang lainnya, ditampilkan lukisan poster bertema kesehatan dan torso anatomi tubuh manusia hasil karya siswa. Adapun kelas IX menggelar bazar makanan dan minuman tradisional, lengkap dengan stan yang dihias menggunakan X-banner hasil desain dan karya siswa selama kegiatan berlangsung.
Dalam sambutannya, Supriyono mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan kegiatan kokurikuler sebagai ajang penguatan karakter. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wahana strategis dalam mengeksplorasi bakat dan kreativitas siswa, khususnya di bidang seni dan keterampilan.
“Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Inilah tantangan sekaligus tugas kita dalam mendidik generasi saat ini,” ujar Supriyono.
Melalui kegiatan Puncak Kokurikuler ini, MTsN 2 Malang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter serta pengembangan potensi peserta didik di era digital.(ESA)
