MTsN 2 Malang gelar kegiatan “Sekolah Alam” dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kab. Malang, Kasi Penma, DLH Kab. Malang, NOL SAMPAH Surabaya, Tim DOA dan beberapa sekolah Adiwiyata di Kab. Malang

Kab. Malang(mtsn2malang) – Dalam rangka peringatan Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia 2025, dengan tema Merawat Satwa Menjaga Bumi Menyongsong Masa Depan, MTsN 2 Malang kembali menggelar kegiatan Sekolah Alam bagi siswa-siswi kader Adiwiyata pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan tahunan yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan ini diikuti oleh 592 siswa kelas 7, 8, dan 9. Pada tahun ini, MTsN 2 Malang bekerja sama dengan NOL SAMPAH Surabaya serta Tim DOA (The Development of Awareness) Malang sebagai narasumber utama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat dhuha berjamaah di Masjid madrasah, dilanjutkan dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Hj. Yuli Nur Rohmawati, di halaman belakang madrasah. Apel pembukaan tersebut diikuti oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, tim NOL SAMPAH Surabaya, Tim DOA Malang, seluruh guru dan karyawan MTsN 2 Malang, para guru pembina program Adiwiyata dari sekolah induk dan sekolah imbas, serta tamu undangan dari berbagai sekolah dan madrasah di Kabupaten Malang.

Dalam amanatnya, Hj. Yuli Nur Rohmawati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader Adiwiyata MTsN 2 Malang yang telah bekerja keras menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai lingkungan MTsN 2 Malang yang luas, hijau, rindang, dan sejuk merupakan hasil nyata dari kepedulian seluruh warganya. Menurutnya, menjaga kelestarian alam adalah perwujudan salah satu nilai dalam “Panca Cinta” Kementerian Agama, yaitu sebagai bentuk tanggung jawab manusia terhadap bumi yang telah diamanahkan oleh Tuhan.

Selesai Apel dilaksanakan penandatanganan MOU antara MTsN 2 Malang dengan NOL SAMPAH Surabaya serta MTsN 2 Malang dengan Tim DOA (The Development of Awareness) yang disaksikan oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Pejabat DLH Kab. Malang, Komite Madrasah dan undangan lain yang hadir.

Setelah itu para peserta Sekolah Alam dibagi ke dalam lima titik lokasi kegiatan, yakni Aula Makhad Terpadu, Ruang Amtsilati, Masjid Bahrul Ulum, serta Aula Masjid Fastabihul Khoirot. Di setiap titik, peserta mendapatkan pemaparan materi dari NOL SAMPAH Surabaya dan Tim DOA Malang.

Dari NOL SAMPAH, siswa dibekali pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan “Operasi Semut”, yakni aksi mencari sampah plastik di lingkungan madrasah. Sampah yang terkumpul selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan jenis, merek, dan ukuran produk untuk dianalisis sebagai bahan tindak lanjut pengurangan sampah berbasis brand.

Sementara itu, Tim DOA Malang mengajak para siswa untuk tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga merancang program kerja sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi agar siswa mampu memaknai peran mereka sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam.

Bersamaan dengan kegiatan Sekolah Alam bagi para siswa, di Aula Madrasah juga berlangsung kegiatan Sinau Bareng dan bedah isi folder penilaian Sekolah Adiwiyata dalam rangka menyongsong Hari Tanah Sedunia. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, H. Sahid. Dalam sambutannya, H. Sahid menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan juga merupakan perintah agama. Beliau mengingatkan bahwa dalam Islam, setiap upaya menjaga kelestarian alam bernilai ibadah. Bahkan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menanam pohon karena setiap tanaman yang bermanfaat bagi makhluk hidup akan menjadi sedekah yang terus mengalir pahalanya.

Kegiatan pendampingan ini menghadirkan narasumber pegiat lingkungan hidup Khiki Ardiano, S.Sos., M.Si. dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, sekaligus beliau melaunching MOOC Sinar Adiwiyata dengan harapan agar semua bisa belajar Adiwiyata secara cepat dan mudah. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pembina Adiwiyata dari berbagai sekolah, baik sekolah induk maupun sekolah imbas MTsN 2 Malang, di antaranya SMAN 1 Kepanjen, MI Raden Bagus, SMPN 2 Turen, MAN 2 Malang, SMAN 1 Turen, MTsN 3, 4, 6, dan 7 Malang, MTs Al Hamidiyah Gondanglegi, MTs Al Maarif 1 Singosari, serta MIN 3 Malang.

Melalui kegiatan Sekolah Alam ini, MTsN 2 Malang tidak hanya menanamkan kecintaan terhadap lingkungan kepada para siswa, tetapi juga meneguhkan bahwa kepedulian terhadap alam yang merupakan bagian dari nilai ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Diharapkan, semangat ini terus tumbuh dan menjadi karakter kuat seluruh warga madrasah dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang.(ESA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *