Dua Kader Adiwiyata MTsN 2 Malang Ikuti Jambore Sekolah Ekologis 2025 di Surakarta

Kab. Malang(mtsn2malang) – Komitmen MTs Negeri 2 Malang dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan kembali diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Jambore Sekolah Ekologis 2025 yang diselenggarakan di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Dalam kegiatan berskala nasional ini, MTsN 2 Malang mengirimkan dua orang Kader Adiwiyata terbaik, yakni Keysa Hersabila Putri (kelas IX) dan Fathaar Azka Putra Hendri (kelas VIII), dengan pendamping Ketua Program Adiwiyata MTsN 2 Malang, Hj. Lilik Maslichah. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dua malam, mulai Selasa, 21 Oktober hingga Kamis, 23 Oktober 2025.

Jambore Sekolah Ekologis 2025 terselenggara atas kolaborasi berbagai lembaga peduli lingkungan, yaitu Gita Pertiwi, PPLH Bali, Nol Sampah, Ecoton, dan Aliansi Zero Waste Indonesia. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran, inspirasi, sekaligus kolaborasi bagi murid, guru, dan komunitas pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengusung tema Sekolah Ekologis: Belajar, Berkarya, Berkelanjutan, jambore ini mengajak seluruh peserta untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang ramah lingkungan, sehat, dan berbudaya ekologis.

Selain menjadi ajang pertemuan nasional, Jambore Sekolah Ekologis 2025 juga menjadi momentum penting dengan diluncurkannya Modul Sekolah Ekologis. Modul ini disusun sebagai panduan praktis bagi sekolah dasar dan menengah dalam mengimplementasikan program lingkungan secara terintegrasi, sekaligus mendukung Program Sekolah Adiwiyata. Diharapkan, modul ini dapat memperkuat integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum dan budaya sekolah serta menjadi referensi nasional dalam membangun sekolah yang berkelanjutan.

Kegiatan hari pertama diawali dengan Team Building dan Workshop Musiclab by Sukmakarta, sebuah program kreatif yang mengajak siswa dari berbagai daerah menggunakan musik sebagai media untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui sesi team building dengan topik pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, energi terbarukan, dan pangan sehat, peserta dilatih untuk membangun pemahaman, kerja sama, serta semangat kolaborasi. Kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Musiclab yang memperkenalkan musik sebagai sarana ekspresi ekologis, di mana peserta mendapatkan pelatihan dasar mencipta, menyusun, dan menampilkan lagu bertema lingkungan.

Pada hari kedua, dilaksanakan Launching Modul Sekolah Ekologis yang menjadi momen penting peresmian panduan pembelajaran ramah lingkungan. Modul ini mengangkat tema-tema utama seperti pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati dan konservasi, energi terbarukan, serta pangan sehat. Di hari yang sama, peserta juga mengikuti Seminar Nasional Sekolah Ekologis yang menghadirkan pakar pendidikan dari Kementerian Pendidikan, praktisi lingkungan, dan aktivis lingkungan muda. Seminar ini bertujuan memperkaya wawasan peserta terkait konsep dan implementasi Sekolah Ekologis, mulai dari strategi pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, efisiensi energi, hingga pengembangan kantin sehat.

Masih pada hari kedua, Pameran Sekolah Ekologis turut menjadi agenda penting dengan mengusung tema “Ekologi dalam Aksi, Bumi dalam Harmoni”. Pameran ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan dalam aksi nyata. Kegiatan dilanjutkan dengan Youth Action Session Sekolah Ekologis, sebuah ruang berbagi inspiratif bagi para siswa untuk mempresentasikan praktik baik di sekolah masing-masing, seperti pengelolaan sampah, program kantin sehat, hemat energi, penghijauan, hingga inovasi kreatif berbasis kepedulian lingkungan.

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari ketiga dengan kunjungan ke Pilot Project Sekolah Ekologis. Dalam kunjungan ini, peserta diajak melihat secara langsung penerapan konsep sekolah ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, penghijauan area sekolah, pengelolaan kantin sehat, hingga inovasi yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan model penerapan yang dapat diadaptasi di sekolah masing-masing.

Keikutsertaan MTsN 2 Malang dalam Jambore Sekolah Ekologis 2025 menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan berwawasan lingkungan. Melalui pengalaman berharga ini, diharapkan para Kader Adiwiyata MTsN 2 Malang dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi warga madrasah dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.(ESA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *