MABIT dan LDKR Masjid Bahrul Ulum MTsN 2 Malang: Membentuk Generasi Remaja Masjid yang Aktif, Tangguh, dan Inspiratif

Kab. Malang(mtsn2malang) – Dalam upaya menumbuhkan karakter religius, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial di kalangan siswa, Takmir Masjid Bahrul Ulum MTsN 2 Malang menyelenggarakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) serta Latihan Dasar Kepemimpinan Remaja Masjid (LDKR REMAS) Masjid Bahrul Ulum MTsN 2 Malang tahun 2025-2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Oktober 2025, ini dirancang sebagai media pembinaan, penguatan karakter, serta peningkatan wawasan spiritual dan sosial bagi para remaja masjid.

Dengan semangat “Menjadi Pelopor dan Motor Penggerak yang Aktif dan Inspiratif”, kegiatan MABIT dan LDKR REMAS bertujuan membentuk remaja yang beriman kuat, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan kepemimpinan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Acara dibuka pada Sabtu, 18 Oktober 2025 pukul 10.00 WIB di Masjid Bahrul Ulum, dan dihadiri oleh Plt. Kepala Madrasah H. Ahmad Ali, Waka Kesiswaan Hj. Maria Ulfa, Waka Humas Agus Susanto, serta Bapak/Ibu guru perwakilan kepala program di MTsN 2 Malang.

Dalam sambutannya, H. Ahmad Ali menyampaikan pentingnya kegiatan seperti ini untuk membekali remaja dengan nilai-nilai Islam yang kuat serta kemampuan berorganisasi yang baik. “Remaja masjid adalah generasi penerus yang akan memakmurkan masjid dan menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul kader-kader muda yang aktif, tangguh, dan berkarakter Islami,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pembinaan dengan penuh semangat dan antusias. Materi yang disampaikan meliputi:

  1. Ketakmiran, membekali peserta tentang pengelolaan masjid dan pelayanan jamaah.
  2. Ke-Islaman, memperdalam nilai-nilai aqidah dan ibadah.
  3. Kepemimpinan, mengasah kemampuan memimpin dan bekerja sama dalam tim.
  4. Literasi, menumbuhkan budaya baca dan berpikir kritis.
  5. Public Speaking, melatih keberanian berbicara di depan umum.
  6. Qiyamul Lail, membiasakan kedisiplinan dalam ibadah malam.
  7. Outbond, memperkuat solidaritas dan semangat kebersamaan antaranggota.

Tidak berhenti di situ, kegiatan ditutup dengan aksi nyata berupa bersih-bersih lingkungan madrasah dan bakti sosial kepada warga sekitar, sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai keislaman yang telah dipelajari. Dalam kegiatan ini para peserta senantiasa mendukung program sekolah Adiwiyata dengan menerapkan perilaku ramah lingkungan berupa pemakaian tumbler di setiap aktifitas.

Suasana kebersamaan, semangat, dan keceriaan tampak menghiasi setiap sesi kegiatan. Para peserta mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga, baik dalam hal spiritual, sosial, maupun kepemimpinan.

Melalui kegiatan MABIT dan LDKR REMAS ini, diharapkan lahir generasi remaja masjid yang tidak hanya aktif di bidang keagamaan, tetapi juga mampu menjadi teladan dan penggerak perubahan positif di lingkungan MTsN 2 Malang dan masyarakat sekitarnya.(ESA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *