Kader Adiwiyata MTsN 2 Malang Gelar Studi Pengelolaan Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Alternatif

Kab. Malang(mtsn2malang) — Dalam upaya mengurangi dan mengelola sampah plastik di lingkungan sekolah, Kader Adiwiyata MTsN 2 Malang mengadakan kegiatan studi pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif setara pertalite. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan BUMDes Barokah Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Oktober 2025 ini diawali dengan himbauan dari para wali kelas agar setiap siswa membawa sampah plastik jenis HDPE (bungkus bekas makanan) sebanyak minimal 30 lembar. Dari partisipasi seluruh siswa, terkumpul sebanyak 32 kilogram plastik yang kemudian diolah menggunakan teknologi pirolisis.

Hasil dari proses pengolahan tersebut cukup menarik — setiap 10 kilogram plastik mampu menghasilkan 4 liter solar, 2 liter minyak tanah, dan 1 liter premium. Hasil ini menunjukkan potensi besar daur ulang plastik menjadi energi terbarukan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Koordinator Kegiatan Adiwiyata MTsN 2 Malang, Lilik Maslihah menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang pengelolaan sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya memilah sampah sejak dini. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan perilaku ramah lingkungan kepada siswa. Bahwa sampah plastik bukan sekadar limbah, tetapi bisa menjadi sumber energi alternatif jika dikelola dengan benar,” ujarnya.

Selain menambah wawasan, kegiatan lapangan ini juga menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam mendukung program Adiwiyata, yakni menciptakan lingkungan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Para siswa tampak antusias mengikuti proses pengolahan, mulai dari pemilahan plastik hingga melihat langsung hasil bahan bakar yang dihasilkan.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa MTsN 2 Malang semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mampu berperan aktif dalam pengurangan sampah plastik di kehidupan sehari-hari.(ESA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *