Jadikan Lingkungan Madrasah sebagai Media Belajar

Turen Malang (mtsn2malang) – Adiwiyata merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Sebagai sekolah yang menyandang adiwiyata nasional, MTsN 2 Malang telah membuktikan bahwa upaya pelestarian lingkungan hidup merupakan hasil dari kerjasama seluruh pihak yang ada di sekolah baik kepala madrasah, guru, tim adiwiyata, maupun siswa.

Halaman depan MTsN 2 Malang

Tim asistensi mengajar (AM) Universitas Negeri Malang meyakini bahwa terdapat kesempatan belajar yang lebih luas bagi siswa apabila kegiatan pembelajaran dapat dikaitkan dengan gelar adiwiyata sekolah.

Oleh karena itu, tim asistensi mengajar Universitas Negeri Malang mendiskusikan program kerja ‘Penamaan Ilmiah’ pada focus group discussion (FGD) yang diadakan bersama koordinator asistensi mengajar, Agus Susanto. Program kerja ini selanjutnya disetujui pada tanggal 15 Agustus 2022 pada forum focus group discussion tersebut.

Gambar Aktivitas Focus Group Discussion (FGD)

Program kerja ini mulai dilaksanakan pada pertengahan bulan September dengan melakukan identifikasi jenis tanaman yang tumbuh di area sekolah.

                                 Gambar Identifikasi Tanaman

Kegiatan ini dilakukan dengan membagi tim menjadi 3 kelompok kecil. Kelompok 1 bertanggung jawab mengidentifikasi tanaman yang tumbuh di bagian depan ruang kepala madrasah hingga area depan masjid, kelompok 2 di depan UKS hingga depan mahad putra, dan kelompok 3 di depan mahad putri. Tanaman yang telah teridentifikasi kemudian dianalisis klasifikasi, habitat, dan manfaatnya. Hasil analisis tersebut kemudian diolah menjadi sebuah barcode. Barcode tersebut akan diberikan sebagai label untuk tanaman yang telah teridentifikasi.

Gambar Aktivitas Pemasangan barcode

Barcode tersebut dapat di-scan melalui ponsel dan langsung terkoneksi dengan informasi terkait klasifikasi, habitat, dan manfaat tanaman tersebut sehingga diharapkan mampu menjadi sumber belajar siswa ketika belajar di luar kelas. (EAC).

Penulis : Zahra Fajarani Auravita; Exshayudha Angger Cahya

Editor   : Khomsiyah Naili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *