Turen Kab. Malang(mtsn2malang) – Pelaksanaan Idul Adha tidak hanya menjadi momentum ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana mempererat solidaritas sosial, menumbuhkan kepedulian, serta membangun kesadaran lingkungan. Semangat tersebut tampak nyata dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban keluarga besar MTs Negeri 2 Malang yang dilaksanakan di halaman Ma’had Al Hikmah MTs Negeri 2 Malang pada Kamis (28/05/2026). Pada pelaksanaan kurban tahun ini, MTs Negeri 2 Malang menyembelih 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Kegiatan yang melibatkan guru, karyawan, dan siswa ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat gotong royong.
Ketua Pelaksana Idul Adha, Ahmad Fadloli, menjelaskan bahwa kegiatan kurban bukan sekadar proses penyembelihan hewan, melainkan juga media pembelajaran karakter bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami makna pengorbanan, kepedulian sosial, serta pentingnya berbagi kepada sesama.
“Melalui kegiatan kurban ini, siswa belajar tentang keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada seluruh warga madrasah serta masyarakat di sekitar lingkungan madrasah,” ujarnya.

Menariknya, pelaksanaan Idul Adha di MTs Negeri 2 Malang seperti tahun-tahun sebelumnya selalu mengusung konsep “Idul Adha Minim Sampah”. Di tengah meningkatnya penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban, madrasah justru memilih menggunakan besek (tumbu) dari anyaman bambu yang dilapisi daun pisang sebagai wadah distribusi daging. Program ramah lingkungan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari komunitas peduli lingkungan hingga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang.

Koordinator Tim Adiwiyata MTs Negeri 2 Malang, Hj. Lilik Maslichah, menjelaskan bahwa penggunaan besek dan daun pisang merupakan bentuk komitmen madrasah dalam mengurangi sampah plastik yang sulit terurai. “Plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Karena itu, kami memilih menggunakan bahan alami yang lebih ramah lingkungan. Meskipun harga besek lebih mahal, wadah tersebut dapat digunakan kembali sehingga lebih bermanfaat dalam jangka panjang,” ungkapnya saat menjadi narasumber dalam Talkshow SPADA Lingkungan Hidup di RRI Pro-2 Malang, Jumat (29/05/2026).

Menurutnya, penggunaan daun alami seperti daun pisang maupun daun jati juga memiliki keunggulan dalam menjaga kualitas daging kurban. Selain lebih aman bagi kesehatan, daun-daun tersebut mampu menjaga kesegaran daging lebih baik dibandingkan plastik yang bersentuhan langsung dengan bahan pangan.
Tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah plastik, MTs Negeri 2 Malang juga memperhatikan aspek pengelolaan limbah hasil penyembelihan. Sejak awal pelaksanaan, panitia telah menyiapkan sistem pengelolaan limbah yang baik dengan membuat lubang penampungan khusus untuk darah dan limbah organik. Langkah ini dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah organik agar lebih bernilai guna. Darah hewan kurban yang ditanam di sekitar tanaman berbuah diyakini dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Sebagai madrasah yang telah meraih predikat Adiwiyata Mandiri, MTs Negeri 2 Malang memiliki lingkungan hijau yang kaya akan berbagai jenis tanaman. Keberadaan ribuan tanaman di area madrasah, termasuk pohon pisang, turut mendukung pelaksanaan program kurban ramah lingkungan melalui pemanfaatan daun pisang sebagai pembungkus alami daging kurban.
Lebih dari itu, momentum Idul Adha juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan bagi para siswa. Berbagai kegiatan kolaboratif seperti jurnalistik, podcast madrasah, hingga organisasi remaja masjid menjadi wadah untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.
Melalui pengalaman langsung dalam kegiatan kurban yang ramah lingkungan, siswa diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membawa kebiasaan baik dalam menjaga lingkungan ke tengah keluarga dan masyarakat.
Pelaksanaan Idul Adha tahun ini menjadi bukti bahwa nilai ibadah, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Semangat berbagi yang dibangun melalui kurban tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Keluarga besar MTs Negeri 2 Malang berharap momentum Idul Adha 1447 H ini semakin mempererat kebersamaan, memperkuat kekompakan warga madrasah, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. (ESA)
