Turen Malang(mtsn2malang) – Proses pembelajaran merupakan kegiatan penyampaian pesan pembelajaran yang ditujukan kepada siswa, dan harus menghasilkan output yang optimal di setiap langkah pembelajarannya. Pada proses pelaksanaannya, membutuhkan langkah tertentu dalam mencapai tujuan pembelajaran yang akan ditempuh oleh siswa. Guru mencoba untuk menyuguhkan rangkaian kegiatan pembelajaran yang sebaik mungkin. Di antaranya yaitu memilih media pembelajaran yang tepat, hal ini diharapkan dapat menarik minat dan afektif siswa dalam menanggapi sebuah permasalahan pembelajaran.
Beberapa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan mahasiswa AM
Dalam merealisasikan media pembelajaran yang menarik, mahasiswa program asistensi mengajar menyajikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan di beberapa kelas. Mahasiswa program studi Pendidikan IPA melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas 7E pada materi Gaya dengan memasukkan unsur game UNO Staco. Pembelajaran dilaksanakan dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok, dengan anggota 2 orang di setiap kelompoknya. Dilanjutkan dengan penjelasan terkait pelaksanaan game tersebut. Kuis dimulai dengan memilih kelompok secara random untuk maju ke depan untuk mengambil satu balok UNO. Kemudian kelompok yang sedang bermain menjawab soal yang ada dibalik balok UNO yang telah dipilih. Setiap kelompok yang berhasil menjawab dengan benar, mendapatkan poin nilai dari guru.

Selain itu, mahasiswa program studi Pendidikan IPA menggunakan inovasi pembelajaran berbasis game online “Quizizz” pada materi pemuaian di kelas 7C. Pembelajaran dilaksanakan dengan menampilkan game dengan menggunakan LCD. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok dengan berdasarkan deret tempat duduk. Ketika game dimainkan, setiap deretan siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan yang ada pada layar. Setelah kuis selesai dimainkan, siswa diberikan penguatan oleh guru berdasarkan soal yang muncul pada game.

Lain halnya dengan mahasiswa program studi pendidikan matematika yang menggunakan metode TGT (Team Games Tournament) pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai di kelas 7A. Metode TGT merupakan game penyelesaian misi yang terbagi dalam beberapa tahap. Adapun tahapannya terbagi menjadi lima, yaitu penyajian kelas, belajar dalam kelompok, permainan, pertandingan, dan penghargaan. Pemenang dalam permainan tersebut ditentukan oleh banyaknya poin yang didapatkan oleh masing-masing kelompok.

Inovasi pembelajaran yang dilakukan mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Arab menggunakan kuis olah kata pada materi ‘kegiatan sehari-hari’ di kelas 8A. Games tersebut dimainkan secara berkelompok dan terdiri dari tiga babak. Babak pertama mencocokkan gambar dengan kosakata yang sesuai, babak kedua menyusun kata menjadi kalimat, dan babak ketiga menyusun kalimat menjadi paragraf. Pemenang games ditentukan dari jumlah poin yang diperoleh dan kelompok tercepat dalam menyelesaikan permainan.

Mahasiswa program studi bimbingan konseling melakukan inovasi pembelajaran menggunakan metode sinemaedukasi yang dilaksanakan di kelas 8B pada materi motivasi belajar. Sinemaedukasi dilakukan dengan cara menayangkan film pendek yang berkaitan dengan motivasi belajar. Tujuan dari pembelajaran dengan metode sinemaedukasi ini adalah agar siswa tidak bosan dan tertarik dengan materi yang diberikan. Setelah penayangan film pendek, siswa diajak untuk merefleksikan apa saja yang telah diperoleh selama proses pembelajaran.

Mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, Olahraga, dan Rekreasi menggunakan inovasi pembelajaran berupa kucingan pada materi sepak bola di kelas 9E. Kucingan dalam permainan sepak bola bertujuan melatih kontrol dan passing bola. Mekanisme kucingan yaitu lima siswa membentuk posisi melingkar dan siswa anak berada di tengah. Siswa yang berada di tengah berperan sebagai kucing dan berusaha merebut bola yang digiring oleh anak-anak lain. Jika siswa yang berada di tengah dapat merebut bola tersebut, maka siswa yang terakhir menyentuh bola tersebut berganti peran sebagai kucing.

Penerapan inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa asistensi mengajar di MTs Negeri 2 Malang terbukti dapat menciptakan suasana kelas yang lebih baik. Beberapa manfaat yang diperoleh melalui penerapan inovasi pembelajaran di antaranya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna, siswa tidak cepat bosan selama pembelajaran, serta membantu guru agar lebih mudah dalam menyampaikan materi.
Penulis : Brilliana Ghorbiy; Qorina Firdausi Nuzula
Editor : Yana Lazuardhana Shalsabilla
